Langsung ke konten utama

Riview: St. Ives Gentle Smoothing Outmeal Scrub & Mask, 100% Alami Membuat Kulit Halus Dan Mengatasi Kulit Kusam. Benarkah?


Kali ini aku mau bahas hal yang berbeda. Cleanser tepatnya facial scrub dari St. Ives.

Siapa sih yang tidak kenal sama produk St. Ives? Produk dari Amerika ini udah terkenal. Mengklaim sebagai Amerika #1 facial scrub membuat saya tertarik untuk mencobanya. Kenapa baru nyoba sekarang? Ya karena baru tertarik dan mulai gampang ditemukan.

Seperti biasa yang mau melewatkan penjelasan kandungan, monggo.

Kandungan


Water, Sodium Methyl 2-Sulfolaurate, Glycerin, Hydrated Silica, Decyl Glucoside, Acrylates/Palmeth-25 Acrylate Copolymer, Acrylates Copolymer, Cocamidopropyl Betaine, Disodium 2-Sulfolaurate, Cocamidopropyl PG-Dimonium Chloride Phosphate, Juglans Regia (Walnut) Shell Powder, Avena Sativa (Oat) Meal Extract, Honey, Fragrance, Polyacrylamide, PPG-2 Methyl Ether, Phenethyl Alcohol, Disodium EDTA, Methylisothiazolinone, Titanium Dioxide.

Klaim Produk St. Ives:
One part scrub, one part mask. Bubuk kulit kenari secara lembut mengangkat kulit kusam ketika digunakan sebagai scrub wajah. Oatmeal dan madu yang menyejukkan menginspirasi kami untuk menciptakan scrub yang juga dapat digunakan sebagai masker wajah. Voilà, a 2-in-1 treat for your skin!

Kandungan utama yang digembar-gemborkan adalah outmeal, madu serta bubuk kulit kenari.

Apa fungsinya?

  1. Outmeal, sebagai bahan alami untuk eksfoliasi. St. Ives juga melakukan pengambilan produk melalui 3 tahap, menggiling produk outmeal, merendam dalam air, lalu mengambil ekstrak dari rendaman outmeal. Selain menjadi eksoliasi outmeal juga dapat menenangkan kulit wajah dan pelembab alami karena outmeal mengandung beta glukan yang dapat menembus lapisan terdalam kulit.
  2. Madu, mempunyai manfaat kesehatan yang luar biasa. Ternyata untuk perawatan wajah madu juga berfungsi untuk pelembab alami untuk mengahaluskan kulit dan St. Ives menjamin tidak ada lebah yang tersakiti.
  3. Membaca sekilas, kandungan yang paling menarik adalah juglans regia (walnut) shell powder. Menurut earthsciencenatural walnut sheel powder merupakan bahan eksfoliasi yang lembut dan efektif untuk mengelupas kulit yang kusam, kulit kering untuk mengahasilkan kulit yang halus dan sehat (http://earthsciencenaturals.com/ingredients_glossary/9887/Juglans-Regia-%28Walnut%29-Shell-Powder.html).Walnut ini masih menjadi kontroversi, dikutip dari beautyjournal.com menurut pendapat Janelle Vega pendiri Bia Life juga menjelaskan bahwa:
Partikel kulit kenari memiliki bentuk yang besar sehingga lebih abrasif bagi kulit, terutama kulit sensitif. Dr.Vega melanjutkan bahwa kulit kenari memiliki bentuk yang sedikit terbuka dengan tepi yang bergerigi, tidak seperti lulur berbasis gula yang memiliki tepi lebih bulat. Dengan begitu, Anda perlu berhati-hati ketika menggunakan lulur wajah terutama jika Anda juga menggunakan eksfoliator berbahan kimia seperti AHA dan retinol yang membuat kulit lebih rentan terhadap iritasi dari scrub.

Kemasan



Kemasan? Simple dan manis. Dikemas dengan tutup flip top dan memiliki berat 170g, cukup banyak ya. Sayangnya, saat tutup dibuka, beberapa produk mengotori tutup bawah. Jadi, tutup bawah gampang banget kotor. Bisa liat foto dibawah. Jangan lupa tutup rapat. Tanda sudah tertutup rapat? Kalo sudah ada bunyi klik.


Tekstur, Warna dan Aroma

Teksturnya padat berwarna cream dan tentu saja mengandung scrub. St. Ives membagi partikel scrub menjadi 3 katagori, yaitu: gantle, moderate dan deep dan produk ini masuk katagori gantle, cocok untuk yang tidak pernah menggunakan physical scrub. Ada dua jenis scrub didalam produk ini yaitu, scrub berwarna putih dan cream orange.


Nah, saat ditetesi air dan diusap. Scrub putih ini akan hilang dan tersisa scrub cream orange. Busa yang dihasilkan tidak terlalu banyak.


Review Pribadi

Untuk orang yang tidak pernah menggukan physical scrub (seperti saya), mungkin akan kaget. Meskipun tertulis gentle ini cukup sakit dikulit saya saat diusap tapi tidak membuat iritasi. Tenang, setelah 2-3 kali pemakaian aku sudah terbiasa dan tidak merasakan sakit lagi.  Efeknya, kulit menjadi lembut dan kenyal tanpa membuat efek muka ketarik. Yang paling penting, facial wash ini tidak membuat wajahku berjerawat.

Untuk penggunaan masker, produk ini memberi efek dingin saat didiamkan. Efek dingin dan wangi membuat pikiran menjadi relax dan tenang. Saat menggukan sebagai masker aku punya tips, pastikan produk kering sempurna. Jika menggunakan setengah kering akan menyulitkan dalam pembilasan produk. Seperti menggunakan produk terlalu banyak sehingga dibilas 3 kali pun produk masih tertinggal. Memakan waktu. Untuk penggunaan mask sepertinya bukan favorit aku.

Efek setelah pemakaian rutin selama 3 minggu dengan jangka 2-3 kali seminggu, scrub ini membuat wajah jadi lembut, halus dan wanginya menenangkan sekali. Oh iya untuk wajah yang berminyak produk St. Ives ini membantu dalam kontrol minyak. Untuk mengatasi kulit kusam, aku tidak terlalu merasakannya. Hanya perasaan bersih dan segar yang saya rasakan.

Info pentingnya St.Ives ini mengklaim 100% alami dan tidak menggunakan plastik microbeads. Seperti artikel-artikel yang bertebaran di internet, microbeads dalam kosmetik ini mencemari laut. Dan uniliver selaku perusahaan yang menaungi St. Ives sudah berkomitmen dari tahun 2014 tidak menggunakan microbeads. Sunggu senang akan fakta ini.

Harga? 75k untuk harga normal, sering-sering liat diskon ya karena bisa setengah harga.

Kesimpulan, Untuk kamu yang jarang menggunakan physical scrub aku rasa produk ini cocok untuk perkenalan pertamamu. Membuat kulit halus dan lembut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review : Guardian Aloe Vera Gel (Bye Bruntusan dan jerawat gue!)

Halooo semuanyaa 🙌🙌. Yeah, gue balik lagi. Kali ini gue mau review produk aloe vera gel keluaran guerdian. Setelah pemakaian sekitar 1 bulan, karena beli awal maret. Gue beli ini karena racun dari Kak Netta di video feb favorit. Setelah nontot video itu, besoknya langsung cuss ke guardian. Padahal gue punya pengalaman buruk dengan beberapa aloe vera gel. Tapi, pas Kak Netta keluarin produk itu rasanya pengen beli aja. Oke, langsung review aja ya. Kemasan Kemasannya tube dengan tutup flipflop. Design dari kemasannya juga biasa aja, tapi yang penting kan isi cuy. Kemasannya berwarna hijau transparan jadi kita bisa liat produknya. Aloevera gelnya sendiri keliatan banyak banget buihnya. Kandungan Gue tertarik banget sama produk ini, karena Kak Netta bilang produk ini gak ada kandungan alkoholnya. Dan memang benar aloe vera ini gak ada alkoholnya yeay. Untuk yang mau skip, skip aja ya. Karena, bagian kandungan ini akan panjang banget. Gue nyari ini di inter...

Wati : Komen yang ditunggu dalam Line Today

Hay, kali ini gue mau keluarin unek-unek gue. Line today, salah satu fitur yang sering gue buka. Semenjak diluncurkan, gue selalu baca artikel yang tayang di line today. Sampai kolom komentar tersedia di line today, rasanya artikel-artikel yang tayang lebih hidup. Kolom komentar line today ini, gue anggap sebagai salah satu hiburan. Kamu bisa tertawa ditengah kesibukanmu. Banyak sekali komentar nyeleneh bin ajaib disana. Tapi, gak jarang jadi tempat penghasutan dan komentar SARA ditemukan. "Adu jotos" pun sering ditemukan. Kalo yang gitu, pasti gue skip. Males liat orang berantem. Banyak sekali orang-orang yang menjadi bintang di komentar line today. Sebut saja vickyandress yang dulu sempat terkenal di line today, karena komentarnya bisa kamu temui hampir disemua artikel. Salah satu bintang line today yang masih bertahan adalah wati. Dia bisa kamu temukan berseliweran di artikel, dengan kata-kata yang tak pantas. Anehnya banyak dicari orang. Sering kali dia sel...

Nostalgia Jajanan SD Tahun 2000 di Jakarta (Bocah Cipinang!)

I'm back again, dengan topik yang berbeda. Catatan ini akan membawa kenangan masa kecil untukku. Mungkin untukmu juga. Pagi hari adalah waktu yang menyebalkan bagiku saat masih duduk dibangku sekolah dasar. Pagi tak lengkap rasanya tanpa teriakan Mamah yang menggelegar. Tanpa bisingnya ocehan Beliau, mungkin aku akan tertidur lelap. Pagi yang selalu aku rindukan. Meskipun dekat, Aku selalu diantar ke sekolah oleh Bapak. Bagaimana saat pulang? Ya, aku gerombolan dengan teman-teman sekelas. Kebetulan di sekolah dasarku, setiap angkatan hanya ada satu kelas. Kami pasti mengenal satu sama lain. Hal lain semasa sekolah dasar yang selalu dikenang adalah jajanan . Ibarat bola bekel dan biji bekel yang selalu melengkapi, jajanan SD merupakan hal yang melengkapi hari anak berseragam merah putih ini. Bagaimana aku mengatur uang jajan agar tidak habis pada jam istirahat pertama ataupun bagaimana aku membeli jajanan ringan saat istirahat pertama, untuk mendampingi bekal yang dibawaka...